Membuat aplikasi mobile bisa hanya beberapa puluh juta rupiah atau tembus miliaran. Jawaban jujurnya tergantung apa yang harus dilakukan aplikasi itu, jadi ini cara memikirkannya sebelum minta penawaran.
Kenapa tidak ada satu harga pasti
Biaya aplikasi naik sesuai cakupannya. Kebanyakan proyek masuk ke salah satu tingkat ini:
- MVP sederhana dengan beberapa layar
- Aplikasi bisnis dengan login, backend, dan notifikasi
- Aplikasi e-commerce atau on-demand dengan pembayaran
- Marketplace atau super app dengan banyak peran pengguna
Kisaran biaya pembuatan aplikasi 2026
Sebagai panduan kasar 2026 untuk Indonesia, berikut kisaran biaya tiap tingkat. Anggap ini indikatif; harga akhir tergantung fitur, desain, dan backend.
- MVP sederhana (satu platform, beberapa layar): sekitar Rp 25-75 juta
- Aplikasi bisnis (login, backend, notifikasi): sekitar Rp 75-200 juta
- Aplikasi e-commerce atau on-demand dengan pembayaran: sekitar Rp 200-500 juta
- Marketplace atau super app: Rp 500 juta ke atas
Yang benar-benar menentukan biaya
- Jumlah fitur dan layar
- Satu platform atau Android dan iOS keduanya
- Backend, dashboard admin, dan integrasi
- Pembayaran, peta, chat, dan fitur real-time
- Desain custom vs UI kit standar
Native vs cross-platform
Membangun terpisah untuk Android dan iOS kira-kira menggandakan pekerjaan. Framework cross-platform seperti Flutter menghasilkan keduanya dari satu basis kode, biasanya menekan biaya dan waktu tanpa mengorbankan kualitas untuk kebanyakan aplikasi. Kami membangun cross-platform secara default dan hanya native jika proyek benar-benar membutuhkannya.
Jangan lupa biaya berjalan
- Akun developer Play Store dan App Store
- Server backend, database, dan API pihak ketiga
- Maintenance, update OS, dan perbaikan bug setelah launch
- Analitik, monitoring, dan dukungan
Aplikasi murah yang tidak dirawat cepat jadi mahal. Kami menyesuaikan cakupan aplikasi dengan kebutuhan nyata, membangunnya cross-platform, dan memberi harga tetap setelah call singkat.