Direct booking vs Airbnb: berapa yang benar-benar disimpan penginapan Bali

OTA mendatangkan tamu tapi mengambil potongan besar. Ini hitungan nyata yang disimpan villa atau hotel Bali dengan direct booking vs Airbnb dan Booking.com.

·6 menit baca
Bagikan

Airbnb, Booking.com, dan Agoda hebat dalam mendatangkan tamu ke villa atau hotelmu di Bali. Masalahnya ada di apa yang mereka ambil. Kebanyakan pemilik tahu komisinya menyakitkan, tapi sedikit yang benar-benar menghitung apa yang mereka simpan dari direct booking dibanding OTA. Mari beri angka nyata, karena selisihnya lebih besar dari dugaan kebanyakan orang.

Berapa sebenarnya biaya OTA

  • Booking.com dan Agoda: komisi biasanya 15 sampai 25 persen per booking
  • Airbnb: entah split fee (sekitar 3 persen host plus fee tamu) atau host-only fee sekitar 14 sampai 16 persen
  • Kamu tetap bayar agar terlihat: visibility booster menaikkan potongan
  • Kamu dapat booking-nya, tapi bukan kontak tamunya

Hitungan satu booking (ilustrasi)

Misal sebuah villa dibooking Rp 5.000.000 per malam. Lewat OTA yang mengambil sekitar 18 persen, kamu menyimpan sekitar Rp 4.100.000. Dibooking langsung di situsmu sendiri, setelah biaya payment gateway sekitar 3 persen, kamu menyimpan sekitar Rp 4.850.000. Itu sekitar Rp 750.000 lebih banyak per malam, untuk booking yang sama.

Sekarang kalikan: untuk 15 malam direct per bulan, itu lebih dari Rp 11 juta sebulan, lebih dari Rp 130 juta setahun, hanya dari satu villa. Untuk properti dengan beberapa unit, selisihnya mendanai hal nyata: staf, renovasi, marketing.

Bukan cuma komisi: kamu kehilangan tamunya

  • Tanpa kontak, jadi tak bisa mengundang tamu lama kembali
  • Tanpa relasi langsung untuk tarif loyalty atau referral
  • Aturan rate parity membatasi cara kamu memasang harga antar kanal
  • Tiap menginap ulang mengenakan komisi lagi

Strategi cerdas: OTA untuk ditemukan, direct untuk disimpan

Jawabannya bukan berhenti dari OTA. Mereka sangat baik untuk penemuan, terutama untuk properti baru. Langkahnya: pakai OTA agar ditemukan, lalu konversi tamu berulang dan referral ke situsmu sendiri, di mana tiap booking bernilai jauh lebih besar. Seiring waktu, porsi direct booking yang sehat itulah yang membedakan properti yang untung dari yang sekadar ramai.

Yang kamu butuhkan untuk menerima direct booking

  • Website dengan booking engine nyata dan ketersediaan live
  • Pembayaran online dan deposit dalam berbagai mata uang
  • Channel manager agar kalender direct dan OTA tak pernah double-book
  • WhatsApp untuk pertanyaan, grup, dan permintaan khusus

Kami membangun website direct-booking untuk villa dan hotel di Bali, terhubung ke pembayaran dan channel manager, supaya kamu menyimpan lebih banyak dari tiap menginap. Sebagai software house di Bali kami bekerja dalam bahasa Inggris dan menyerahkan kode bersih yang kamu miliki. Ceritakan propertimu lewat konsultasi gratis dan kami tunjukkan jalur paling sederhana ke lebih banyak direct booking.

Mari bicara

Punya tantangan serupa di tim kamu?

Ceritakan situasimu dan kami bantu baca pilihan teknis serta langkah berikutnya.

Kami menggunakan cookie analytics untuk memahami performa website dan memperbaiki pengalaman pengguna. Google Analytics hanya aktif jika kamu menyetujuinya.

Konsultasi gratis